Minggu, 06 Oktober 2013 0 komentar

Pemakaman Prematur

Kalau aku mati,
Datanglah ke rumahku,
Tanyakan penghuni lainnya,
Dimana aku dimakamkan.
Kalau kau tidak tau rumahku,
Datanglah ke sahabatku,
Tanyakan dimana aku dimakamkan.
Kalau kau tidak tau siapa sahabatku,
Datanglah ke teman-temanku,
Tanyakan dimana aku dimakamkan.
Kalau kau tidak tahu siapa teman-temanku,
Datanglah ke musuhku,
Tanyakan dimana aku dimakamkan.
Dia pasti tau karena dialah yang paling mengharapkan kematianku.
Kalau kau tidak tau siapa musuhku,
Datanglah ke tempat terakhir kali kita bertemu,
Disana, jauh sebelum aku mati,
Aku sudah memakamkan diriku sendiri di depanmu.
Tanpa sepengetahuanmu...
-Soyidiyos
Rabu, 02 Oktober 2013 0 komentar

Semakin

Semakin akrab dengan jarak, semakin asing dengan peluk.

Peluk ku tak sehangat selimutmu, tapi lebih lebar dari ranjangmu.

Ranjangmu panggung sandiwara, tempat senduwara mencapai muara.

Muara bibirku kering oleh bibirmu yang terik. Aku dahaga mengisi gelas dengan rinduku sendiri.

Sendiri aku menyambangi mimpimu, nekat benar aku seolah-olah sudah berada disana lebih dari setahun.

Setahun belum kita bersama. Tapi kau lupa, kita seTuhan sedari kecil.

Kecil mungil jejak kaki mu, menuntun aku ke tubuhmu yang riuh.

Riuh otakku -- Sedang ada pesta riahkan dirimu semalam suntuk.

Suntuk aku dengan gaduh bibir mencu. Suntik aku dengan bibir penuh gincu.

Gincu merah mu tak buat goyang semu merah jambu pipimu.

Pipimu landasan tempat mendarat mulusnya kecup pesawat tempurku.

Tempur!! egoku melawan egomu. Siapa pun yang menang, Kita yang kalah.

Kalah aku dalam dekap pelukmu, menyerah aku ditiban jutaan rindu.

Rindu yang tak terserap, kangen yang semakin kerap.

Kerap ku berperan sebagai angin kecil, semilir yang bergerilya menyusuri lembah rambutmu.

Rambutmu tempat penyair bermain sajak, tempat penyajak bercumbu syair.

Syair ku kaku, beku diterjang badai salju diammu.

Diammu baru emas jika diiringi gumamnya bibirku.

Bibirku melihat mu tajam, matamu tersenyum manis sekali.

Sekali kali aku ingin bertandang ke mimpimu. "Katamu disana sangat gaduh?" -- oleh suara kita yang mengaduh.

Mengaduh aku dalam rame, rame yang sepi semestinya.

Semestinya aku, semestanya kamu.

Kamu yang terjabarkan dalam lidah, yang terangkum dalam mata.

Mata kau tutup, saat itu harap ku titip.

Titip salam buat aku di mimpimu.

Tangerang, 2013
---------------------*--------------------
Catatan : Puisi yang saling bertautan tiap barisnya. Secarik puisi yang belum terlalu lama di tahun 2013, tahun dimana saya mulai galak menulis sajak. Masih meraba terlihat dari kata yang hiperbola. Namun, saya harap tuan puan dapat menikmati tanpa mengesampingkan rasa.

Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar

Mudik Lagi Nikita Coy!!

Assalamualaikum, Ncang! Ncing! Enyak Babe! Ni hari gua mau cerita banyak nih soal HOLIDAY TRAVELLING alias MUDIK. Lu baca deh ampe kelar!

Kita mulai dari hakikat mudik. Menurut gua yang sedikit sotoy ini sih, mudik itu perjalanan suci setelah hijrah (nahlo bahasan gua tinggi bet). Kenapa gua bilang perjalanan suci, karena mudik ini dilakukan di bulan yang suci, bulan apa? Tjakeup..bener banget bulan ROMADHON. Gak cuma itu, mudik dilakukan atas dasar niat suci men Menyambung-Tali-Silaturahmi-Yang-Sempat-Terputus. *Ciegitu*

Tapi maaf2 kate ni yah, mudik itu perjalanan suci (memang) tapi bukan perjalanan kebarat mengambil kitab suci juga dodol. Yang ada gerombolan siluman babi, monyet, orang bewok, sama biksu gede kepala doang yang mudik. Bukan..bukan itu!!

--------------Batas Serius--------------

Tiap taun gua heran ama ni kebanyakan orang apa kagak capek yah mudik segitu jauhnya, udah gitu panas, macet, badai, topan, tornado, kilat menyambar saat perjalanan. Entah apa yang ada di otak orang2 ini. Mungkin mereka sakti men gak punya rasa capek, takut, pun malu. Lhaa

Tapi gua juga termasuk orang2 itu vroh (benerin retsleting) gua sendiri mudik ke JOGJA, yang-kata-orang-nih-yah kota pelajar, kota gudeg, kota wisata sejarah dan masih banyak lagi. Sekali lagi yang-kata-orang-nih-yah!!

Ngomongin JOGJA gak habis kata deh, ni kota entah lebih banyak angkringan atau kenangan, yang pasti kota ini tercipta bukan untuk dilupa (mantap). Kalo udah sekali ke JOGJA bawaannya pengen kesana lagi. Gak heran sih, karena menurut-gue-yang-rada-sotoy-ini JOGJA itu mempunyai sense kota tempat rumah idaman. Gimana enggak, elu punya susana hangat ala pedesaan tapi hakikatnya kota, elu punya tetangga yang ramah, hangat, murah senyum bet, punya lingkungan yang kondusif buat anak/cucu (kalo udah punya) dan yang pasti atmosfir2 lain yang buat lu betah di kota ini. JOGJA.

Gua sendiri sih jujur belum bisa move on, atau tepatnya gak bisa move on dari kenangan ni kota. Bukan karena apa2 kota ini emang ngewajibin kita ninggal kenangan rupanya, mungkin supaya kita tetep inget, kangen, akhirnya balik lagi kesini. Satu lagi cewek cewek JOGJA itu ayu ayu dap..beuh ini sih yang buat gua sulit move on dari kota ini. Heheu

Suatu hari nanti sih ada niatan buat gak mudik lagi ke JOGJA. Bukan kenapa2 karena gua pengen banget menetap permanen disana, yup punya rumah dan keluarga yang gua bina disana (sesi ngayal bebas)

Hmm kita hampir sampai diakhiri tulisan nih, sesungguhnya tulisan ini dibuat beberapa jam sebelum gua mudik ke JOGJA nih. Alhamdulilah mudik kali ini beda karena sudah dipastikan gak akan sebaris sama bapak2 lagi. Yap ada cewek yang nemenin perjalanan mudik gua kali ini. Diaaaaa~ you know so well lah.. Si jutek *bisik2*

Sebelum gua tutup, gua ucapin selamat mudik buat semua temen2 gua, buat semua siapa aja yang sukur2 baca postingan ini. Minta doanya buat saya (maksa ini) semoga dilancarkan perjalanannya, dilancarkan rezekinya, dilancarkan segala urusan yang menyangkut akherat dan duniawinya. Aamiin. Gak lupa juga gua ucapin SELAMAT IDUL FITRI 1434H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN.

Gua tutup eaaaaaaaaah! Tutuuuuuup
Assalamualaikum :v

~Dikul

Jumat, 05 Juli 2013 0 komentar

Juli...

Tak ada yang lebih tabu selain hujan di bulan juli. Lelaki dengan kaki kaki kaku mencoba menyeberangkan hujan ini ke seberang. Tanpa keluh meski penuh peluh. Peluh dingin, dingin gerimis bulan juli.

Tak ada yang lebih sendu selain hujan di bulan juli. Pengemis dengan kaki kaki kaku membatu mencoba mengais setiap bulir gerimis. Tanpa malu, walau ndalu sudah memesan fajar lalu. Lalu basah, basah laku hujan di bulan juli.

Tak ada yang lebih aku selain hujan di bulan juli. Lelaki dengan kaki kaki kaku, laku liku lalu tiba di bulan salju. Entah gerimis entah salju. Yang pasti mereka membatu membeku. Membeku merindu, merindu aku salju di bulan juli.
Sabtu, 08 Juni 2013 0 komentar

Aku...kumpulan ambigu, tanpamu...tak ada kejelasan bagiku

AKU KI SAYANG ERMA :*

Jumat, 07 Juni 2013 0 komentar

Cinta itu..

Banyak arti dalam kata cinta, tapi menurut gue kembali lagi mengartikan cinta itu sebaiknya lewat bentuk yang ia punya.

CINTA sebuah emosi, emosi yang tak terdefinisi. Bila kita mengetahui emosi lain terbentuk dari sebuah komposisi yang eksak, beda dengan cinta ini dia tak memiliki itu bahkan tak perlu itu untuk membuatnya ada. Nyata.

CINTA itu emosi, emosi berarti energi. Yang mana kita ketahui bahwa energi itu tidak dapat diciptakan pun dimusnahkan, namun dia bisa berubah bentuk. Bentuknya bisa banyak cinta kekasih, cinta pekerjaan, cinta orang tua..de el el..

CINTA yang bakal dibahas disini merupakan cinta sama kekasih kali yah, karena yang paling populer dikalangan manusia seantero dunia. Rasa suka yang amat meraja sehingga kadang muncul muncul ekspresi yang muncul lewat tulisan perkataan maupun perbuatan. Terkadang muncul secara refleks, begitu saja sebagai respon dari cinta itu sendiri.

"Semestinya aku, semestanya kamu" ada pengharapan, penghargaan besar seseorang terhadap orang yang dicintai. Mulai dari mencintai tanpa alasan dan meminta balasan, itu wajar, manusiawi, lumrah karena manusia makhluk sosial lebih ingin dari sekedar mencintai diri sendiri.

"Segalanya kamu, segilanya aku" hal yang legal dalam cinta selanjutnya adalah menjadi norak, gak punya malu, lebay. Itu lumrah, legal, wajar dimana cinta itu sendiri sudah merubah rasa atau perilaku yang tadinya tabu itu *ingat cinta itu merubah*

"Seluruhnya kamu, seluluhnya aku" merubah adalah efek yang ditimbulkan cinta. Tak apa nikmati, semua perubahan dalam cinta biasanya baik. Yang harus kamu lakukan hanyalah menjaga cinta itu tetap ada menghangatkan mu. Sehingga kamu tak punya kesempatan berubah menjadi buruk sebelum cinta itu hadir *ingat cinta itu baik, yang jahat orang yang mengatasnamakan cinta*

CINTA itu berubah bentuk. Yah memang susah dipungkiri yang 1 ini, cinta itu memang hanya perubahan bentuk saja. Cinta mu kepada kekasihmu sekarang adalah perubahan cinta mu kepada mantanmu yang terdahulu. Yang membedakan adalah cara, penyampaian dan kadar. Gue yakin setiap manusia memberikan efek berbeda disetiap cintanya yang membuat ia berbeda dengan orang lain. Dan ingat mantan adalah penjelmaan diri dari cintamu sekarang atau sebaliknya, jangan salahkan jangan sesalkan jangan coba menghapusanya tapi biarkanlah ia dan kenangan tenang memeluk dirinya sendiri.

Dear you jangan hentikan cinta, karena cinta sendiri bukan pemberhentian, cinta itu perjalanan. Jangan hentikan cintamu walau di depan lampu merah sekalipun.
 
Tangerang, 2013
Selasa, 30 April 2013 2 komentar

Do You Mind, Dear?

Do You Mind, Dear? Jika aku tak berkata "aku lelaki setia" bukan berarti aku tak setia. Bukankah James Bond pun tak pernah berkata ia agen rahasia.

Do You Mind, Dear? Jika aku terus berkata "aku sayang kamu" setiap hari, itu bukan berarti aku ingin mengumbar rasa sayang ku. Kamu khawatir udara menghempaskannya? Aku lebih khawatir bila tidak mengatakan itu satu hari pun. Otakku tak boleh lengah dari mencintaimu.

Do You Mind, Dear? Jika aku terus menyampaikan gurauan aneh. Itu karena aku ingin mencuri perhatianmu, yah well walaupun terkadang malah bikin kamu ilfill, dan aku malah mulai ngawur bahas stensil -_-

Do You Mind, Dear? Jika aku kepo itu karena aku gak mau kehilangan info. Aku yang tanpa koreo sudah seperti klepto mengorek semua dari kamu sampai cetho. Oke kamu boleh lapor kak seto -___-

Do You Mind, Dear? Jika aku ketiduran itu karena aku tak mau menyudahi percakapan. Karena bercakap denganmu tak berkecukupan.

Do You Mind, Dear? Jika aku terus merangkummu dalam tatapan dan kemudian menjelaskanmu dalam senyuman. Aku butuh tanggapan, kritik dan saran lewat pelukan.

Do You Mind, Dear? Mencintaimu itu kebutuhan selayaknya bernafas, tanpamu dalam gerakan seirama akan membuat aku lemas kemudian mati tak berdaya.

And.. Do You Mind, Dear? Its for you erma :)

Dikaaaaaa

 
;